Sunday, 4 September 2016

Madah Mulia Hikayat Abuya

Abuya Dimyati: Secarik Kertas yang Menyejukkan

Abuya Dimyati Cidahu Banten (1925-2003 M.) saat masih menjadi santri jika pergi ke pondok tidak pernah membawa bekal apapun kecuali sedikit beras dan sebotol minyak kelentik (kelapa). Jika ada pengajian Abuya tidak pernah membawa kitab seperti lazimnya santri yang lain, karena kitab pada waktu itu masih sangat langka dan juga karena Abuya tidak memiliki cukup uang untuk membelinya. Akan tetapi apabila Tubagus Abdul Halim (guru beliau) mengajar santri, Abuya selalu hadir dan mengikuti dengan seksama dan penuh takzhim.

Untuk memperdalam ilmunya, Abuya hanya mampu meminjam kitab kepada temannya untuk dimuthola’ah (mengkaji dan mempelajari) sendiri. Dan hal ini dilakukannya setiap malam di atas jam 00.00 WIB (tengah malam). Tatkala ada suatu masalah atau kaidah atau mauizhah, maka ditulisnya di atas kertas yang amat sederhana kemudian dihafalnya.

Untuk mendapatkan secarik kertas Abuya harus mencari di tempat-tempat sampah. Jika didapatinya dalam keadaan kotor, maka kertas tersebut dicuci dengan sangat hati-hati, karena takut robek.

Sunday, 22 May 2016

Reoni Akbar Alumni Wustho "Al-Itqon" Patebon

Dokumentasi Reoni Akbar Alumni Wustho "Al-Itqon" Patebon, Kendal
Tanggal 22 Mei 2016


Sunday, 15 May 2016

Undangan Temu Alumni "Al-Itqon" Patebon


HIMPUNAN ALUMNI PONPES AL-ITOON (HIMALAT) Kebonharjo Patebon
Sekretariat: PP. AI-ltqon Jl. KH. Abu Bakar Kebonharjo Patebon Kendal 51351, CP. 0813 9362 6312

Kepada Yth :
Saudara / Saudari Alumni PP. Putra Putri AI-ltqon
di tempat

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Berdasarkan hasil rapat Pengurus Alumni PP.AI-ltqon pada hari Ahad, tanggal 28 Februari 2016 memutuskan bahwa untuk mempererat dan menyambung tali silaturrahmi antar alumni akan diadakan “Reuni Himpunan Alumni PP. AI-ltqon” Kebonharjo Patebon Kendal.
Sehubungan dengan kegiatan tersebut di atas, kami mengharap dengan sangat atas kehadiran saudara/i alumni besok pada:

Tuesday, 10 May 2016

ISOMIL: Deklarasi Nahdlatul Ulama

Pengurus Besar Nadlaltul Ulama (PBNU) menerbitkan “Deklarasi Nahdlatul Ulama” dalam International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, yang dihelat sejak Senin (9/5).

Deklarasi tersebut dibacakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa (10/9) sore, di hadapan para ulama dari berbagai negara. Naskah deklarasi dirumuskan setelah PBNU menggelar pertemuan terbatas dengan para ulama itu pada siang harinya.

Berikut naskah lengkah “Deklarasi Nahdlatul Ulama” di ujung forum internasional yang mengusung tema “Islam Nusantara, Inspirasi untuk Peradaban Dunia” ini:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Kami (Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai pembawa rahmat bagi semesta (QS. Al-Anbiya`: 107)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (الأنبياء: 107)
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. Al-Isra`: 70)


وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (الإسراء: 70)
Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama (QS. Al-Hajj: 78)


وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج:78)
Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia (HR. Al-Baihaqi)


إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رواه البيهقي)
Sesungguhnya Allah tidak mengutusku (Muhammad) sebagai orang yang mempersulit atau memperberat para hamba. Akan tetapi Allah mengutusku sebagai pengajar yang memudahkan (HR. Muslim)


إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلا مُتَعَنِّتًا، وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرً (رواه مسلم)
Seorang muslim sejatinya adalah orang yang seluruh manusia selamat dari lisan dan tangannya. Sedang seorang mukmin adalah orang yang mendatangkan rasa aman kepada orang lain dalam darah dan hartanya (HR. An-Nasai)


الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى دِمَائِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ (رواه النسائ)
Sesungguhnya Allah menyukai kelembutan dalam semua urusan (Muttafaq ‘Alaih)

Wednesday, 20 April 2016

Mbah Ma'shum Lasem

Salah satu nasehat guru kita Mbah Kyai Ma'shum Lasem :
Mengenai Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali.rhm, beliau berujar...

"Saya khawatir kalau melihat santri yang belum pernah khatam kitab Ihya, tapi sudah berani memberikan pengajaran kepada umat; yah, semoga saja dia selamat"

Search

Loading...
Powered by Blogger.

Disclaimer

Beberapa artikel adalah hasil share dari web lain.
Claim email ke: ponpesalitqon@gmail.com
_______________________________
Beberapa isi buku yang kami share, sebatas yang dipublikasikan pada books.google.co.id
Terimakasih

Google+ Followers